Mengenal Lebih Dekat Fitur Keselamatan Mitsubishi Pajero Sport
- Hilel Hodawya

- Mar 6
- 3 min read

Setiap mobil pasti dilengkapi dengan fitur keselamatan, termasuk Mitsubishi Pajero Sport. Fitur keselamatan yang disediakan oleh Mitsubishi cukup lengkap dan unik.
Ada beberapa fitur keselamatan yang bisa ditemukan pada mobil Pajero Sport yang dipasarkan di Indonesia. Apa saja fitur-fitur tersebut? Berikut ini informasinya.
1. Forward Collision Mitigation (FCM)
Fitur yang pertama adalah Forward Collision Mitigation (FCM), yaitu fitur yang dirancang untuk mendeteksi potensi tabrakan dari depan dan membantu mengurangi risiko kecelakaan.
Sistem ini menggunakan sensor radar dan kamera yang terpasang di bagian depan kendaraan untuk memantau pergerakan kendaraan atau objek lain di jalur yang sama.
Ketika sistem mendeteksi bahwa kemungkinan tabrakan tinggi, FCM akan memberikan peringatan visual dan suara kepada pengemudi.
Jika pengemudi tidak merespons dengan cukup cepat, sistem akan secara otomatis mengaktifkan pengereman darurat untuk memperlambat atau menghentikan kendaraan.
2. Anti-lock Braking System (ABS)
ABS (Anti-lock Braking System) adalah sistem pengereman yang dirancang untuk mencegah roda kendaraan terkunci saat pengemudi melakukan pengereman mendadak.
Ketika pengemudi mengerem secara cepat, misalnya untuk menghindari tabrakan atau saat melewati permukaan jalan yang licin, ABS memastikan roda-roda tidak “mengunci” atau berhenti berputar sepenuhnya.
Bila roda terkunci, mobil menjadi sulit dikendalikan, tidak bisa belok atau bermanuver. ABS mencegah hal ini dengan secara cepat melepas dan mengerem kembali rem pada roda yang “terancam” terkunci.
3. Hill Start Assist (HSA) & Hill Descent Control (HDC)
Saat melaju di tanjakan, mobil rentan terhadap risiko keselamatan. Itulah kenapa ada fitur HSA dan HDC.
HSA berfungsi untuk mencegah mobil mundur secara tidak sengaja saat berhenti di tanjakan. Saat pengemudi melepaskan pedal rem untuk memindahkan kaki ke pedal gas, sistem akan secara otomatis menahan rem selama beberapa detik.
Sementara, HDC berfungsi saat kendaraan melaju menuruni jalan curam. Sistem ini secara otomatis mengatur laju kendaraan dengan menjaga kecepatan tetap rendah dan stabil, tanpa perlu pengemudi terus-menerus menginjak rem.
Dengan HDC aktif, pengemudi dapat fokus pada kemudi, sementara sistem menjaga kestabilan dan traksi kendaraan. Ini sangat membantu di medan off-road berbatu, tanah licin, atau jalan curam yang panjang.
4. Blind Spot Warning (BSW)
Beberapa varian Pajero Sport juga dilengkapi dengan fitur BSW. Fitur ini dirancang untuk mendeteksi kendaraan lain yang berada di area blind spot, yaitu area di samping kanan atau kiri belakang mobil yang tidak terlihat oleh pengemudi melalui kaca spion.
Dengan menggunakan sensor radar yang terpasang di bagian belakang kendaraan, sistem BSW akan memberikan peringatan visual. Peringatan ini biasanya berupa ikon menyala di kaca spion samping.
Jika pengemudi tetap menyalakan lampu sein untuk berpindah jalur saat ada kendaraan di blind spot, sistem juga akan memberikan peringatan suara atau kedipan lampu tambahan untuk menghindari potensi tabrakan.
5. Rear Cross Traffic Alert (RCTA)
Berikutnya ada fitur RCTA, yaitu fitur keselamatan yang memanfaatkan sensor radar yang dipasang di bagian belakang bumper kiri dan kanan.
Ketika mobil dipindahkan ke posisi mundur dan bergerak pada kecepatan rendah, biasanya di bawah 8 km/jam, sistem ini akan memantau keberadaan kendaraan lain yang mungkin melintas dari sisi samping atau belakang yang tidak terlihat langsung oleh pengemudi
Jika RCTA mendeteksi kendaraan mendekat dari kiri atau kanan saat mundur, akan muncul indikator visual pada Multi-Information Display (MID) dan muncullah lampu peringatan berkedip di spion samping.
Bersamaan dengan itu, sistem juga menyertai peringatan suara buzzer agar pengemudi segera menyadari potensi bahaya sebelum melakukan manuver.
6. Active Stability Control (ASC)
Active Stability Control (ASC) pada Mitsubishi adalah fitur keselamatan aktif yang membantu menjaga stabilitas kendaraan ketika mobil menghadapi kondisi berisiko slip atau kehilangan kendali.
Cara kerjanya, sistem ini menggunakan sensor untuk mendeteksi gejala selip baik pada roda maupun arah kendaraan.
Jika terdeteksi, ASC akan mengatur distribusi pengereman di masing-masing roda sekaligus mengurangi tenaga mesin secara otomatis, sehingga mobil bisa kembali stabil mengikuti arah kemudi pengemudi.
Fitur ini sangat bermanfaat saat menikung tajam atau ketika mobil melaju di permukaan jalan yang licin seperti hujan, pasir, atau kerikil.
Dengan ASC, risiko tergelincir atau kehilangan kendali dapat ditekan, sehingga pengemudi merasa lebih aman dan percaya diri.
7. Electronic Brake-force Distribution (EBD)
Terakhir, ada fitur Electronic Brake-force Distribution (EBD), sebuah fitur keselamatan yang bekerja bersama sistem ABS untuk memastikan pengereman tetap seimbang dan efektif di berbagai kondisi.
Cara kerjanya, EBD secara otomatis menyesuaikan distribusi tekanan rem ke setiap roda sesuai dengan beban dan kondisi jalan.
Misalnya, ketika mobil membawa muatan berat di bagian belakang, EBD akan mengatur agar roda belakang tetap mendapat tekanan rem yang cukup tanpa membuatnya terkunci.
Dengan begitu, kendaraan tetap stabil dan terhindar dari risiko tergelincir saat mengerem mendadak.
Fitur ini sangat berguna terutama ketika mobil membawa beban penuh atau saat melakukan pengereman di tikungan, karena membantu menjaga kontrol kemudi tetap responsif.



Comments